🍲 Bubur Gunting Singkawang: Hangat, Unik, dan Penuh Kenangan
Singkawang bukan cuma terkenal dengan Choi Pan. Di balik ramainya kuliner gurih, ada satu hidangan tradisional yang tampil sederhana, tapi selalu bikin rindu: Bubur Gunting.
Namanya memang terdengar unik. Disebut Bubur Gunting karena adonan buburnya digunting langsung ke dalam panci, bukan disendok atau dicetak. Cara tradisional inilah yang membuat teksturnya khas—lembut, tidak beraturan, dan terasa “rumahan”.
Bubur ini biasanya disantap hangat, dengan kuah gurih dari kaldu dan taburan bawang putih goreng yang harum. Cocok dinikmati pagi hari, sore hari, atau saat cuaca sedang dingin.
📝 Resep Bubur Gunting Khas Singkawang
Bahan Adonan Bubur:
-
200 gram tepung beras
-
2 sdm tepung tapioka
-
500 ml air
-
1 sdt garam
Bahan Kuah:
-
1 liter air / kaldu ayam
-
3 siung bawang putih, cincang halus
-
2 siung bawang merah, iris tipis
-
Garam dan merica secukupnya
Pelengkap:
-
Bawang putih goreng
-
Daun bawang iris
-
Seledri (opsional)
-
Sambal cabai (sesuai selera)
Cara Membuat:
-
Adonan bubur
Campurkan tepung beras, tepung tapioka, air, dan garam. Aduk hingga adonan halus dan tidak bergerindil. -
Kuah
Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum. Masukkan ke dalam air atau kaldu, lalu didihkan. -
Proses “gunting”
Saat kuah mendidih, tuang adonan bubur sedikit demi sedikit sambil digunting langsung ke dalam panci. Aduk perlahan agar tidak menggumpal. -
Masak hingga matang
Masak sampai bubur mengapung dan teksturnya lembut. Koreksi rasa. -
Sajikan
Sajikan Bubur Gunting selagi hangat dengan taburan bawang putih goreng, daun bawang, dan sambal.
✨ Penutup Blog
Bubur Gunting adalah bukti bahwa kuliner tradisional tidak harus mewah untuk terasa istimewa. Dari cara memasaknya yang unik hingga rasanya yang hangat di perut, hidangan ini menyimpan cerita tentang kesederhanaan dan kebersamaan khas Singkawang.
